Jadi Speaker πŸ—£οΈπŸ“’

Ini benar-benar series of fortunate event sih. Aku jadi semakin yakin sama mottoku:

Fortuna favi fortus, keberuntungan memihak mereka yang berani

Yup, aku untuk pertama kalinya jadi speaker di hadapan 300an orang yang ga aku kenal. Wajah dan namaku muncul di poster. Dan penyelenggara eventnya adalah Google. Walau dari komunitasnya yang menyelenggarakan, tapi tetep aja keren bangettt. Aku yang hanya partikel atom ini mah apa atuh. Benar-benar ga sebanding dengan pembicara lainnya, aku bahkan sempat minder.

Materi yang kubawakan memang tidak terlalu teknis, lebih ke pengalaman sehari-hari sebagai software engineer. Jadi benar-benar seperti bercerita. Karena aku memang senang bercerita (dan sudah mempersiapkan jawaban berdasarkan pertanyaan yang diberikan), jadi rasanya enjoy dan mengalir saja. Tumben sekali aku tidak gugupan seperti presentasi biasanya. Mungkin karena duduk dan bukan tentang hal teknis.

Nah kembali lagi, gimana caranya sampai aku bisa ditawari jadi speaker?

Awalnya, beberapa bulan lalu, aku sempat ditawari untuk membawakan materi di kantorku. Semacam mini tech talk di mana aku mengajarkan sedikit tentang teknologi yang kuketahui ke adik-adik kelas. Kenapa kusebut adik kelas? Karena aku sendiri ikut program training/akselerasi di kantorku, jadi aku sebagai batch 2 jadi guest speaker untuk batch 3. Aku membawakan topik tentang GraphQL, mahkluk yang bahkan baru aku pelajari kulit-dagingnya dalam waktu 1 bulan saja di project baruku. Tapi karena sedang butuh pembicara dan aku lumayan suka presentasi, jadinya kuiyakan saja. Nekat seperti biasa.

Akupun menyiapkan presentasi dan demo sebaik mungkin. Siapa sangka presentasiku akan mengantarkanku menjadi speaker di acara itu. Ternyata, salah satu adik kelasku di batch 3 itu adalah anak yang aktif di komunitas Google. Ia jadi kenal denganku sejak aku membawakan presentasi kemarin dan menurutnya presentasi itu enjoyable. Iapun mengajakku menjadi volunteer di salah satu DevFest 2019. Aku mengiyakan. Dari sana, ia mengajakku lagi. Namun kali ini dia sedang butuh pembicara engineer wanita. Dan dari situlah asal muasalnya. Benar-benar keberuntungan yang dimulai dari hal kecil. Aku bersyukur sekali bisa sampai ke titik ini, tanpa bantuan orang-orang di sekelilingku rasanya ini mustahil. Tahun depan berarti aku harus lebih nekat! πŸ˜‰

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s